Inconsistent Make up Artist

Hello Friends,

Hope you guys doing great weekend. Setelah sekian lama tidak update dan banyak sekali hal yang dikerjakan, saya ingin share dari blog salah satu client kami.

Banyak pelajaran yang didapat dari kasus tersebut. Terlebih lagi yang dirugikan adalah client. Jadi edukasi hal ini sangat diperlukan.

Dibawah ini saya lampirkan web address dan salinan dari web tersebut.

Here’s the blog: http://miki-sensei.livejournal.com/145043.html


 

Entri ini sudah di-update dengan penjelasan si MUA yang bersangkutan, pembaca tolong menyimak tulisan gue sampai akhir dan jangan buat kesimpulan sebelum selesai membaca seluruh entri ini secara keseluruhan. Terimakasih. 

Seperti umumnya manusia, dede gue menikah tanggal 25 April lalu. Tapi gue nggak ngeblog buat ngomongin soal hari membahagiakan itu, sebab terus terang aja… capeknya itu kagak sepadan sama tiga jem pesta cengar cengir tegang. Sebulan terakhir menjelang hari-H gue udah menjalani kerja rodi kayak romusha jaman penjajahan Jepang. Banyak hal terjadi untuk menyukseskan hari penikahan ini, tidak semuanya bagus. Drama, cekcok, bahkan rusaknya hubungan persahabatan.

Jika ada orang yang paling gue ingin maki dalam mewujudkan hari pernikahan yang indah gilang gemilang namun sederhana ini, maka itu adalah penata rias alias make up artist. Kekecewaan gue terhadap dia takkan bisa dideskripsikan dalam kata2 halus. Mungkin karena itulah umpatan diciptakan dalam kosa kata berbahasa.
Masalahnya, budaya Indonesia adalah budaya yang menjunjung tinggi kesopanan berbahasa. Biar korupsi asal santun. Musuhnya Batman yang namanya Bane santun kok omongannya sebelom bunuh orang.

Pret lah! Kalo emang ngehe ya emang ngehe ajalah.

Nah, kejadian mengesalkan ini yang akan gue ceritakan dan sebaiknya kalian simak baik2 karena mestinya di masa depan kalian berencana menikah sehingga pastikan lo pada nggak dikerjain sama make up artist yang namanya Dewi Puspa ini. Mau tau kenapa? Ya monggo blog gue dibaca.
Dewi ini direkomendasikan oleh ex temen kantor gue dengan nilai baik sehingga dede gue tertarik untuk menyewa jasanya sebagai penata rias di hari pernikahannya. Gue tidak berniat menyalahkan rekan sejawat ini sehubungan dengan kasus yang menimpa kami semua, orang yang bersangkutan nggak tahu menahu, plus ternyata kakaknya adalah temen dari kakak si Dewi ini. Emang kedengarannya rumit mbelit, tapi bisa disingkat dengan ‘kerabat’.


Kayak gini orangnya, tapi ini cuman profile picture, gue sendiri ga pernah ketemu langsung

Melihat foto2 portofolionya di dewipuspamakeupartist.blogspot.com, dede gue tertarik dengan hasil karyanya. Entah beneran yang dia posting di blog itu klien2 yang dia dandanin ato jangan2 nyolong foto MUA lain trus ngaku2 punya sendiri, gue kagak ikutan dah. Soalnya kejadian macam begitu di dunia desain grafis juga sering terjadi, kenapa enggak kalo di dunia dandan2an begini?

Masalahnya, cap ‘kerabat’ di era Instagram ini rupanya bukan jaminan bahwa orang yang bersangkutan memang bisa diandalkan. Awalnya respons Dewi ini sangat baik, ramah, dan menyenangkan. Begitu menyenangkannya dia sampai2 dede gue bersedia membayar down payment50% dari paket yang disepakati. Keputusan yang tergesa, ada baiknya DP tidak dibayarkan sebegitu tingginya. Ternyata bersikap parno itu ada positifnya.

Sebab masalah dimulai begitu DP dibayarkan. Dewi mendadak sulit dihubungi. Inilah preseden buruk pertama dari sekian kesialan demi kesialan terkutuk yang menimpa dede gue bertubi2 dalam persiapan hari pernikahannya.
Sewajarnya sebagai vendor yang waras dan niat jualan, setelah DP dibayarkan maka ada yang namanya KWITANSI. Itu tuh, selembar kertas tipis yang bundelnya dijual di toko2 kelontong terdekat. Kelihatannya tolol tapi keberadaannya ternyata penting dalam proses transaksi.
Intinya, dede gue menghendaki Dewi segera memproses kwitansi dan mengirimkannya via email sebagai tanda jadi bahwa mereka melakukan transaksi, sesuatu yang tidak dia lakukan sampai DUA bulan ke depan. Mencarinya lewat bantuan Whatsapp sampai Instagram tidak membuahkan hasil. Orang yang bersangkutan kayak gak bisa baca tulis tapi entah kenapa selalu mengunggah gambar2 hepinya ketika ada orang yang panik karena baru saja mentransfer 2.7 juta ke rekening orang asing yang ternyata lebih mirip maling MLM.

Akhirnya setelah gue mendesak temen gue yang merekomendasikan Dewi dan mendapatkan PIN BBM-nya, lalu gue kejer2 kayak macan berburu rusa, barulah Dewi sedikit menjinak.

Oh… hapenya ilang. KATANYA. Jadi nggak bisa bales chat kamu. KATANYA.

Terus gimana caranya ngana upload foto2 narsis sebegitu banyaknya ke Instagram sama Path kalo nggak lewat hape? Lingkar otak?

Lebih ilfeel lagi, mendadak dia mengontek gue via BB dan mengaku sedang kekurangan dana dan MAU PINJEM DUIT.

Coba sodara2, tolong gue menjawab bijimana caranya nalar ni orang bekerja. Sebab terus terang gue bingung. Perasaan lu tu udah kayak tuyul, duid gue kayak mau dibawa lari ga jelas juntrungannya. Terus sekarang malah mau minjem duit? Lo kire gue monyet bebal apa? Ya mana gue kasih lah, Dodol!

Pada poin ini, mungkin ada sebagian dari elo yang bakalan memutus kontrak dan minta duid kembali. Sebenernya ide itu sama sekali tidak buruk, cuman… gue ga yakin duid lo akan kembali, percayalah. Meskipun demikian, strategi cut loose sebenernya nggak jelek2 amat, rugi sih pasti, tapi menghindarkan lo dari segala drama kegilaan yang menimpa dede gue. Ada baiknya memang kerugian itu worth buat diambil.
Masalahnya, buat dede gue, 2.6 juta itu bukan nilai receh. Itu duid tabungan dari hasil kucuran keringat dia, dan kini dia terikat dengan Dewi ini oleh duid itu betapapun dia membencinya. Jadi disinilah kelicikan Dewi nampak, dengan mengikat korbannya menggunakan DP 50%, dia yakin korban mau ga mau akan mengikuti permainannya.

Selepas drama menyoal kwitansi dan minta2 duid ini. Dewi relatif tidak kedengaran kabarnya sampai pada akhirnya dede gue membangunkan dia untuk test make up  yang rencananya juga akan dipake sekalian buat foto studio. Jadwal dicocokkan, tanggal pun ditentukan. Segalanya (nampak) berjalan lancar sampai pada satu hari sebelum pemotretan mendadak gue mendapat BBM dari Dewi seperti ini;

Sorry to say… tapi ini adalah permohonan maaf paling buruk yang pernah gue lihat. Minta maaf tapi maksa.
Lo kalo jadi gue gimana dhe perasaannya? Ngamuk gak? Pengin balik meja trus makan orang nggak?? Apa yang gue takutkan mengenai manusia ini seakan mengejewantahkan dirinya satu per satu. Perempuan sialan ini, dia beneran KABUR! Oke, nggak 100% kabur, dia masih menjanjikan pengganti. Tapi pangkal masalahnya dalam kasus ini, dede gue tuh nyewa jasa DIA kali, jasa Dewi si make up artist ini… bukan ASISTENNYA!! Lebih ngeselin lagi, nggak ada omongan soal kompensasi sama sekali dari orang yang ngakunya PROFESIONAL ini? Dilihat dari segala sisi, ini namanya pelanggaran kontrak dan Dewi jelas2 bersalah. Andainya dia profesional, tidak sepatutnya dia nerima job dari dede gue dong, apalagi ada acara pertunangan kayak begitu. Apa dia nggak pernah aware sama acara2 keluarga gede dengan pengalamannya sebagai penata rias kawinan orang? Seharusnya dia mengosongkan jadwalnya selama akhir minggu. Gila aja acara orang dijadiin taruhan kayak begini. Lu kira kawinan itu kayak lebaran, tiap tahun selalu ada. Geblek.
Tapi dengan tebal mukanya dia bersikeras, dia ga peduli, pokoknya semua harus ikut aturan dia. Kenapa? Kenapa??KARENA LO UDAH BAYAR GUE 50%, WEEEEEKKK!!
Ga bakal kabuuuurrr… ga bakal kabuuuuurr!!Oh, betapa peliknya situasi ini. Melibatkan orang yang lebih bangsat daripada siapapun yang menggariskan suratan nasib terkutuk ini. Apa boleh buat, mari kita lihat positifnya ala orang Indonesia; setidaknya dia masih mau kasih asisten buat penggantinya nggak main kabur gitu aja. Ya kan? Setidaknya kan?
Sambil menelan kegeraman akhirnya dede gue menyetujui usulan dia yang makin lama makin terasa bagai manipulasi laba2 yang menjerat mangsanya pelan2. Apa boleh buat, lagipula asisten MUA yang disodorkan oleh si Dewi ini nggak jelek2 amat, dia cukup memuaskan.Ketika akhirnya hari-H tiba dan pesta pun berlangsung, di situlah sebuah fakta kecil terkuak dari obrolan dede gue dengan asisten MUA yang menggantikan Dewi ini. Ternyata dia bukan asisten MUA sama sekali melainkan penata rias profesional yang dikasih job lemparan oleh si Dewi ini. Lebih nyebelin lagi ternyata dia dibayar satu juta lebih murah daripada nilai kontrak dede gue. Enak bener yang namanya Dewi ini, udah untung satu juta, nggak usah kerja pula tinggal ongkang2 kaki. Bisa melangsungkan acara pertunangan pula. Kenapa sih orang2 seperti ini justru yang hidupnya enak ya? Dasar babi.Seusai acara pernikahan yang teramat meletihkan itu, Dewi mendadak jadi sering mengontak gue. Tahu gak kenapa mendadak dia jadi chatty dan responsnya jadi cepat sekali?Sebab dia nagih sisa pembayaran kontraknya. Wow! Luarbiasa! Hebat sekali! Giliran nagih duid langsung lancar BBM-nya. Rajin dibalasnya. Dan nggak sibuk sama sekali!!EMEJING!!Lebih emejing lagi, dia juga tidak malu2 berpesan supaya gue ngasih dia bonus tip (karena udah ngasih pengganti yang bagus dan bikin dia untung satu juta.) Terus terang gue sungguh terkesima betapa tidak tahu malunya orang ini, mungkin karena saking seringnya dandan pake foundation jadinya mukanya tebal, nggak kenal yang namanya etika sama sekali.
Gini ya gue ajarin yang namanya etika, Dewi. Lo itu udah melanggar kontrak dengan tidak dateng di hari H dede gue, lo ngakunya ke gue itu yang dateng adalah asisten elo, nggak taunya lo outsource tenaga MUA laen diaku2 sebagai asisten. Lebih bohwat lagi, ternyata lo ngambil untung satu juta. Plis deh… LO ITU UDAH UNTUNG DARI SEGALA SISI! TERUS MASIH MINTA DUID TIP??Si Dewi ini ternyata sama kritisnya kayak tahanan KPK, tertawa2 lebar ketika diumumkan sebagai tersangka korupsi. Menjijikan!Tapi berhubung gue udah kebelet mau cepat2 menyingkirkan orang ini dari hidup gue selamanya, akhirnya gue transfer sisa pembayarannya PLUS duid tip yang sama sekali tidak pantas dia dapatkan, karena dia nggak ngapa2in kecuali bikin gue kepingin gorok orang dari pertama kali!Begitu duid diterima, Dewi langsung menghilang dengan cepat. Alhamdullilah syukur2, orang kayak gini bagusnya disingkirkan.Tapi rupanya, seperti infeksi zombie yang meluas, ternyata masih ada yang tersisa… DENG DENG DENG!!Kira2 dua hari sesudah pernikahan, mendadak make up artis pengganti menghubungi dede gue menanyakan apakah dia sudah melunasi pembayaran jasa make up si Dewi. Tahu gak kenapa?Sebab dia belom dilunasi Dewi!!Surprise, surpriseeee…. rupanya aksi Dewi belom berakhir. Nggak puas cuman menyusahkan dede gue aja, rupanya dia berniat mencurangi tenaga outsource-nya sendiri. Mosyooloh, ne orang si asli serakah banget loh…
Namun belum itu yang terburuk, di depan si make up artis pengganti ini, Dewi mengaku dede gue belom melunasi utangnya sehingga dia nggak bisa membayar si MUA malang itu.Rupa2nya selain serakah, licik, korup, dan pembohong, si Dewi ini juga tukang fitnah. Dan itulah asal muasal kenapa blog gue muncul. Gue bisa pasrah lo curangin pake tenaga outsource dan bikin gue nyari2 lo terus, gue juga masih sanggup menelan kekesalan dimintain duid tip yang mestinya ga lo terima.TAPI GUE GAK TERIMA LO FITNAH SEBAGAI TUKANG KEMPLANG UTANG!!! Kepada make up artist pengganti ini, Dewi melancarkan aksi yang sama seperti yang dia lakukan pada dede gue di awal2. Ngaku sibuk jadi sulit dihubungi. Ditanya soal duid jawabannya ‘tar ‘sok. Sampe akhirnya ketika si make up artist pengganti ini nggak tahan, dia lalu nekat menghubungi tunangannya Dewi. Hasilnya?
Makian dan umpatan.
Dewi mengamuk karena MUA ini nanya2 ke tunangannya. Dibilang si MUA pengganti ini nggak sabaran dan ngeselin, Dewi pun mengaku dia habis kecelakaan sehingga dia nggak bisa dikontak selama beberapa lama, juga kehabisan duid. Supaya lebih meyakinkan, dia mengirim foto kecelakaan yang kualitasnya buruk sekali–seperti hasil screen grab dari gambar orang lain. Ngelesnya jago beneerrr ya ni orang sebiji. Bawa2 nama orang pula.Dasar pembohong…Meskipun pada akhirnya Dewi melunasi si MUA pengganti ini penuh sungut dan kutuk, tidak ada lagi yang mau berurusan dengan manusia model begini. Kesannya lo mestinya sujud syukur sama gue udah gue kasihanin, kalo gue jahat udah dibawa lari tu duid.

TAE LAH.

Eh, bentar… gue mendengar suara nyinyir dari kejauhan. Oh… mungkin ada sebagian dari elo yang ngerasa kok gue gobloknya nggak pake rem, kok mau2nya ngelunasin si Dewi padahal udah diperlakukan kayak anjing kudisan. Kabur aja, beres urusan. Ya kan?

Gini loh sodara2… gue tuh masih dalam posisi ‘mengira’ Dewi emang kepepet karena pesta pertunangannya. Lagipula toh dia masih ada sedikit (dikit banget) tau malu dengan ngasi pengganti yang OK. Gue ga tahu tenyata dia ratu pembohong, cuy!! Plus, satu hal lagi, kalo gue nggak ngelunasin sisa pembayarannya, maka MUA pengganti otomatis nggak dibayar juga. Dewi pasti nggak akan mau nalangin duid buat urusan ini.

Ya lo masih tetep goblok, transfer aja langsung ke MUA penggantinya langsung. Beres kan.

Situ ngomong gampang. Mana gue kepikiran kayak gitu?? Mana gue tau ada orang yang sebegitu jahatnya kayak si Dewi ini. Bagus kalo elo emang kepikiran gitu, artinya situ lebih pinter dari gue. Saat itu gue cuman ingin Dewi berhenti mengganggu gue lewat BBM dan juga ingin memastikan si MUA dibayar lunas. Ngarti? Ya kalo masih nganggep gue bego ya masalah elo dah Nggak semua orang secerdik Tony Stark. Lagian antar MUA itu ada perjanjian yang gue nggak tahu menahu, ntar kalo gue potong kompas langsung transfer gitu aja tau2 jadinya cekcok ato gimana? Kan kasian MUA penggantinya hayo?? Gue juga mikir panjang lah buat nasib orang lain yang baek ama gue.

Gue cuma berdoa pada Tuhan semoga gue ga ketemu orang ini lagi selamanya. Muak gue kalo mikirin apa yang udah manusia ini lakukan pada dede gue. Andainya lo pernah memakai jasa Dewi dan ngerasa dia bagus2 aja… good, fine, gue nggak akan maksa lo benci si Dewi ini. Gue cuman menceritakan apa yang gue alami ketika gue menyewa jasanya. Bagi gue dia lebih kayak penipu ketimbang orang jualan jasa.
Seandainya lo berniat menyewa jasa Dewi dan kebetulan membaca blog gue ini… sebaiknya lo pikir dua kali dhe, gue yakin orang macam Dewi ini nggak akan berhenti sampe hanya pada satu orang doang.
Sebenernya gue ga ngerti kenapa dia harus melakukan seluruh hal ngaco macam begini, toh dia berasal dari keluarga kaya kalo kata temen gue yang merekomendasikan dia. Kenapa dia harus bertingkah seperti orang yang kepentok nasib lantaran jatuh miskin, cuman Tuhan yang tahu.

Sebab gue tahu cuman satu hal… Dewi adalah penipu licik yang sudah membuat stress semua orang. Dede gue sampe nangis2 gegara ulah Dewi ini Siapa yang nggak ketar ketir coba?

Meh!!

—————————————-—————————————-————————–
KONFIRMASI PALING BARUSesungguhnya gue terperanjat betapa cepatnya tulisan ini menyebar seperti ledakan epidemi Ebola di Sierra Leone. Memang kekuatan masyarakat virtual itu ngeri banget ya… gue sih malah berdoa semoga bukan gue yang bikin kasus dan di-share seperti ini. Bisa mampus gue. Tamat riwayat beneran.Untuk kalian yang sudah membagikan keluh kesah gue, terimakasih karena turut berpartisipasi dalam keprihatinan gue mengenai kasus ini.However, karena tingkat penyebaran yang begitu hebatnya bersama dengan respons yang sebagian mendukung dan sebagian mencela, akhirnya tulisan gue ini sampai juga di tangan Dewi yang bersangkutan. Nggak perlu dideskripsikan dengan detail bagaimana reaksinya.
Tapi selanjutnya kami sudah mengadakan pembicaraan pribadi via email dan berikut ini gue memuat pernyataan yang dibuat oleh Dewi sebagai responsnya atas blog misuh2 gue ini.
Sebagai informasi, bagian yang diblur semuanya adalah nama asli gue dan dede gue, which is mungkin sebagian besar dari lo pada udah banyak yang tahu. Tapi gue nggak terlalu suka nama gue diumbar2 disini jadinya gue blur aja.
Pernyataan maafnya sendiri juga sudah dimuat di blog Dewi, kalian bisa cek sendiri, tapi gue kasih liat screen cap-nya aja buat yang males nyari2 tau.
Selanjutnya, gue menganggap masalah gue dengan Dewi sudah selesai dan nggak mau dipanjang2in lagi. Gue capek juga kalo marah2 melulu, hidup mah enaknya ga marah2 kan? Plus, kawinan dede gue toh udah usai, nggak ada yang bisa diutak-atik lagi. Lagipula kan seperti yang gue bilang, masih ada MUA pengganti yang kualitasnya cukup memuaskan meskipun dia dilibatkan karena situasi yang tidak terlalu etis.
Sebagai itikad baik, maka gue menghapus seluruh kata2 umpatan dalam blog ini, semoga lebih enak dibaca bagi kalian yang tidak tahan dengan maki2an ala pelaut.Nasihat gue buat Dewi, kamu nanti ke depannya harus lebih profesional dalam melayani klien, jangan pake acara salah ngomong juga. Klien juga jangan ditelantarin nggak ada penjelasan biar hape kamu hilang, dari kamunya mesti cari cara ngabarin. Klien mana mau tau soal alasan hape ilang, yang dia tahu kamu nggak komunikatif dan itu catatan buruk buat imej kamu di mata dia.
Plus, buat kasus gue, pastinya nggak semua orang bisa menerima kesalahan bertubi2 kayak begini tanpa penjelasan, gue mah gak gitu orangnya, ngamuk gue adanya.Nah… sebagai pembaca, kalian berhak menilai kasus ini dari awal sampai akhir. Gue cuma berharap kalian cukup bijak menyingkapinya, apapun keputusan gue di blog ini. Andaikata dari kalian ada yang menganggap gue terlalu bodoh mau menerima penjelasan Dewi begitu saja seperti saat gue melunasi pembayaran sebelumnya, tolong hormati keputusan gue dan mingkem ajalah. Nggak semua hal harus sesuai dengan harapan dan bayangan kalian. Mungkin kalo ini menimpa elo, maka lo bakalan gak terima dan terus berantem, ya monggo.. itu hak lo. Tapi kan kasusnya ini melibatkan gue dan Dewi, buat gue udah gak perlu dipanjang2in lagi. Dia udah ada penjelasan yang cukup lengkap mengenai kisruh ini dan gue menerimanya.So… case closed. Silahkan bubar jalan.

Untuk client, saat kalian ingin deal sesuatu be wise and be smart. Mungkin dalam hal ini (makeup artist), perlu dipastikan siapa yang makeup kalian saat prewedding / wedding day. Sekalipun untuk makeup team keluarga inti dan saudara kalian perlu kalian lihat portfolio dan hasil-hasilnya.
Kami pun sebagai vendor photo & video tidak mau di hari Big Day dirugikan. Menikah sekali untuk seumur hidup, dan pasti kalian juga tidak mau terlihat “lesu” saat di photo atau video. You guys want to be happy, right? 🙂
Kami, Poke Pictures berharap ini menjadi suatu pelajaran yang baik untuk kita semua, termasuk makeup artist siapapun.
Thanks! Be happy always!
God bless !

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *